Pramuka Kuantan Singingi

Dunia dalam pramuka

Kasus anggota pramuka..? mengapa harus pramuka

Kasus pembunuhan yang menimpa RN (13), siswi SMP Negeri 10 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menyita perhatian banyak pihak.

Terlebih lagi, tersangka ALS (19), warga Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU, dalam menjalankan aksi pembunuhan dengan bermodus mengajak latihan pramuka kepada korban.

Terhadap peristiwa ini Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka OKU membantah jika pelaku adalah pelatih pramuka di sekolah korban.

Klarifikasi disampaikan oleh Guritno selaku Kepala Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka

Berikut klarifikasi lengkap dari Kwarnas Gerakan Pramuka:

Sejumlah media massa selama beberapa hari terakhir memberitakan bahwa telah terjadi tindak kejahatan pembunuhan dan pemerkosaan hingga korban tewas di Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Adapun korbannya adalah RN, siswi SMP Negeri 10 OKU. Dalam semua pemberitaan di media, disebutkan pelakunya berinisial ALS, usia 19 tahun, warga Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU.

Dalam semua pemberitaan yang bersangkutan disebut sebagai Pelatih/Pembina Pramuka di tempat korban bersekolah.

Dari hasil penyidikan kepolisian, modus operandi pelaku juga menggunakan dalih kegiatan kepramukaan untuk menjebak korban dan pelaku berhasil melaksanakan niat jahatnya hingga korban ditemukan tewas oleh warga.

Terkait peristiwa dan pemberitaan tersebut, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan ini menyatakan beberapa hal sebagai berikut:

1 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyampaikan bela sungkawa dan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas peristiwa yang menimpa korban adik RN, anggota Pramuka Penggalang SMP Negeri 10 OKU, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

2.Berdasarkan keterangan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Ogan Komering Ulu, konfirmasi dari Kepala SMP Negeri 10 Ogan Komering Ulu, bahwa pada hari kejadian, tidak ada kegiatan pramuka yang dilaksanakan di sekolah, karena semua kegiatan belajar mengajar termasuk kegiatan kepramukaan yang melibatkan orang banyak dihentikan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Ican Sempat Berencana Buang Jasad ke Sungai Musi

3.Terduga pelaku pembunuhan yang berinisial ALS bukan merupakan Pembina/Pembantu Pembina/Instruktur Latihan Pramuka di SMP Negeri 10 Ogan Koering Ulu. Yang bersangkutan hanya pernah membantu pelaksanaan sebuah kegiatan Pramuka di Gugus Depan Pramuka yang ada di sekolah tersebut.

4. Terduga pelaku ALS baru berusia 19 tahun, jika anggota Pramuka, masih usia peserta didik tingkat Penegak (16-20 tahun). Oleh karena itu, Penyebutan Pelatih/Pembina Pramuka oleh media untuk terduga pelaku tindak kriminal dalam kasus ini ini adalah kurang tepat. Selain karena tidak terjadi saat kegiatan kepramukaan, pelaku juga bukan merupakan Pelatih/Pramuka.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka pasal 14, diatur bahwa tenaga pendidik Pendidikan Kepramukaan terdiri atas, Pembina, Pelatih, Pamong, dan juga Instruktur. Yang disebut dengan Pembina Pramuka atau yang biasa disebut Pembina adalah seorang anggota dewasa Gerakan Pramuka (usia di atas 25 tahun), yang melaksanakan kegiatan Kepramukaan di tingkat Gugus Depan atau sekolah. Syarat untuk menjadi Pembina Pramuka serendah-rendahnya pernah mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD).

Untuk itu kami berharap kepada para jurnalis dan media apapun di Indonesia berhati-hati dengan penggunaan istilah dalam Gerakan Pramuka.

Karena semuanya sudah diatur dalam Undang-undang, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Hal ini perlu dipahami oleh semua pihak agar tidak menimbulkan kesalahan presepsi yang berkelanjutan di masyarakat.

Press Realese Kwarnas

Sementara klarifikasi dari Kwartir Cabang Gerakan OKU terkait pemberitaan seluruh media massa adalah sebagai berikut:

Berkaitan dengan berita yang dimuat di media online yang berjudul ‘Siswi SMP Negeri 10 OKU Tewas Dibunuh Saat Izin Pramuka Ditengah Libur Wabah Corona’ yang beredar di media sosial pada tanggal 3 April 2020, dengan ini saya Dr Drs Ir H Achmad Tarmizi, SE, MT, MSi, MH.

Selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Ogan Komering Ulu, atas nama pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Ogan Komering Ulu menyatakan bahwa:

1.Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Ogan Komering Ulu turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya salah seorang siswi SMP Negeri 10 Ogan Komering Ulu.

2 Kami mohon maaf kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka dan simpatisan Gerakan Pramuka karena dalam peristiwa ini ada menyangkut nama baik Gerakan Pramuka dan mengatasnamakan Pembina Pramuka.

3 Fakta dari peristiwa tersebut adalah:

a.Pada hari dan waktu kejadian tidak ada kegiatan pramuka yang dilaksanakan di gugus depan / pangkalan SMP Negeri 10 Ogan Komering Ulu, hal ini berdasarkan konfirmasi dari Kepala SMP Negeri 10 Ogan Komering Ulu selaku Kamabigus SMP Negeri 10 Ogan Komering Ulu yang dikonfirmasi pasca kejadian dan merujuk pada surat edaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Ogan Komering Ulu nomor 020 /05.01-A/2020 tanggal 19 Maret 2020 perihal Penghentian Sementara Kegiatan Kepramukaan Yang Melibatkan Banyak Orang.

b.Terduga pelaku pembunuhan yang berinisial Al (19) bukan Pembina/Pembantu Pembina/Instruktur Latihan Pramuka di SMP Negeri 10 Ogan Komering Ulu. Pembina Pramuka gugus depan/pangkalan SMP Negeri 10 Ogan Komering Ulu terdaftar di Pusdiklatcab Gerakan Pramuka Ogan Komering Ulu dan telah mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, serta di SK-kan oleh kepala sekolah.

c.Terduga pelaku pembunuhan hanya pernah ikut membantu saat ada kegiatan pramuka di SMP Negeri 10 Ogan Komering Ulu, karena yang bersangkutan ada niat baik untuk ikut membantu pembinaan pramuka di sekolah, maka oleh pihak sekolah diterima pada saat kegiatan tersebut. Akan tetapi sampai saat ini yang bersangkutan tidak pernah diangkat (di SK-kan) oleh pihak sekolah sebagai Pembina/Pembantu Pembina/Instruktur Latihan Pramuka ataupun sebagai tenaga honorer di SMP Negeri 10 Ogan Komering Ulu.

5. Kepada pihak media dan pihak-pihak lain yang terkait dengan pemberitaan peristiwa ini, dimohon untuk mengklarifikasi dan meralat status tersangka yang ditulis sebagai Pembina Pramuka di media, bahwa yang bersangkutan bukanlah sebagai Pembina Pramuka seperti yang diberitakan.

6. Demikian klarifikasi ini disampaikan, untuk menjadi sumber kebenaran berita yang beredar dan untuk meredam tanggapan-tanggapan negatif yang berkembang di masyarakat

Wah.. sepertinya banyak yang berusaha merusak nama baik gerakan pramuka ya, seakan akan menjadi kambing hitam untuk kasus kasus yang ada, ada apa gerangan?

%d blogger menyukai ini: